Showing posts with label mata. Show all posts
Showing posts with label mata. Show all posts

Monday, January 16, 2017

Kasus Kasus Cacingan yang Mengerikan Cacing di Mata hingga Otak

Kasus Kasus Cacingan yang Mengerikan Cacing di Mata hingga Otak


Penyakit cacingan jangan dianggap remeh, kebanyakan cacing yang masuk ke tubuh rata-rata bersarang di saluran pencernaan dan memakan nutrisi yang harusnya diserap tubuh. Namun pada kasus tertentu, cacing-cacing juga bisa menyerang organ vital seperti otak dan bola mata, bahkan hingga mengancam nyawa.

Berikut beberapa kasus cacing di tubuh manusia yang bisa bikin bulu kuduk merinding, seperti dirangkum detikHealth.

1. Loa Loa, Cacing Mata Afrika

Loa Loa biasanya disebut juga sebagai cacing mata. Parasit ini memasuki tubuh manusia melalui gigitan lalat rusa dan mengeksplorasi tubuh inangnya, tersembunyi di balik kulit bertahun-tahun sampai suatu saat orang yang dihinggapi merasakan sesuatu yang aneh pada matanya.

Cacing ini akan muncul di permukaan bawah bola mata. Kebanyakan cacing ini dapat ditemui di daerah Afrika dan India. Gejalanya sendiri dapat berupa gatal-gatal, nyeri sendi, bahkan kematian.

2. Cacing Pita Sepanjang 8 Meter
"Saya pernah beberapa tahun yang lalu ada pasien ke laboratorium sini datang bawa tes tinja dan bilang kalau di tinjanya itu ada sesuatu putih-putih kayak pita gitu. Setelah dilihat ternyata itu cacing pita, panjangnya sampai delapan meter, coba bayangkan kalau dibanding tinggi badannya dia kan," jelas Prof. dr. Supargiyono, DTM&H., SU., Sp.Par(K), Kepala Bagian Parasitologi FK UGM, saat berbincang dengan detikHealth.

Menurut Prof Supargiyono, kebetulan pasien tersebut adalah orang Bali, sehingga terkena larva cacing larva sangat memungkinkan karena di sana terkadang suka makan daging mentah. "Cara mengatasinya ya dikasih obat cacing, satu kali, terus seminggu kemudian dikasih satu lagi, sudah bisa sembuh itu dengan dosis dua kali," tuturnya.

3. Otak Dipenuhi Larva Cacing Pita
Suki-Jane Taylor (43 tahun) divonis menderita kondisi langka yang disebut neurosysticerosis pada tahun 2009, yaitu penyakit parasit pada sistem saraf, setelah ia terinfeksi telur cacing pita yang biasa ada di tubuh babi.

Telur cacing tersebut menyebar melalui makanan, air dan permukaan benda yang telah terkontaminasi dengan kotoran. Larva cacing pita tersebut kemudian melakukan perjalanan ke otak dan membentuk kista. Ketika mulai mati, larva menyebabkan aneurisma (kelainan pembuluh darah) sebesar ukuran jeruk tangerine di dalam otak Taylor.

Ibu empat anak ini harus dilarikan ke St Georges Hospital, London, dan pemeriksaan MRI menunjukkan bahwa pembuluh darah di otaknya telah membengkak. Untuk menyelamatkan nyawanya, dokter bedah langsung melakukan operasi darurat dengan memasukkan shunt ke tengkoraknya untuk mengeringkan cairan di otaknya.

Taylor harus kehilangan kemampuan indera perasa dan penciuman karena kondisi tersebut. Pasca operasi, kini ia pun menderita epilepsi dan depresi.

4. Cacing Guinea, Bikin Kaki Melepuh
Dikenal sebagai cacing Guinea, parasit yang satu ini adalah salah satu yang tertua sebagai parasit manusia yang telah didokumentasikan. Dokumentasi tulisannya dapat kita temukan hingga sejauh abad 2 SM yang ditulis oleh penulis sejarah Yunani. Parasit ini sendiri banyak mempengaruhi manusia, anjing, kucing, kuda, sapi, dan hewan lainnya, terutama di Afrika dan Asia.

Cacing ini masuk ke dalam tubuh melalui air yang diminum yang terkontaminasi dengan copepoda (kutu air) penuh dengan larva cacing guinea. Sekitar setahun kemudian, cacing ini menciptakan efek melepuh di kulit biasanya di kaki. Luka melepuh ini menyebabkan sensasi terbakar yang sangat menyakitkan.

5. Filarial Worms, Penyebab Kaki Gajah dan Kebutaan
Cacing Filarial dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui arthropoda pemakan darah (terutama lalat hitam dan nyamuk). Cacing ini berbentuk bulat, dan parasit ini lebih dikenal sebagai penyebab kaki gajah, yaitu sebuah edema penebalan kulit dan jaringan di bawahnya. Tetapi cacing ini juga dapat masuk ke mata dan menyebabkan penyakit yang disebut river blindness atau onchocerciasis.

Cacing ini banyak berdampak pada manusia, sapi, domba, anjing. Sebuah kampanye untuk menghilangkannya tahun 2020 telah mencegah lebih dari 6,6 juta kasus filariasis baru dan menghentikan perkembangan penyakit di lain 9,5 juta orang.
sumber


Available link for download

Read more »

Sunday, October 23, 2016

Mengapa Dollar Menjadi Mata Uang Dunia

Mengapa Dollar Menjadi Mata Uang Dunia


Alasan pertama: sejarah membawa dollar menjadi mata uang internasional.


Dimulai dari perjanjian Bretton Woods setelah Perang Dunia 2 yang efeknya masih terasa hingga sekarang; perjanjian untuk menggunakan emas sebagai standar global nilai mata uang. Pada saat itu keadaan ekonomi negara-negara dunia, kecuali Amerika Serikat, hancur karena perang. Ini menyebabkan mereka bergantung pada pinjaman yang diberikan oleh Amerika. Pinjaman ini diberikan dalam bentuk Dollar Amerika. Sebagai jaminan, Amerika menerima emas yang dimiliki negara-negara ini. Hasilnya, Amerika otomatis menguasai seluruh emas di dunia dan jadinya hanya Dollar Amerika yang nilainya disokong oleh emas. Secara praktis, ini berarti Dollar Amerika telah menggantikan emas sebagai sumber likuiditas perekonomian dunia dan menjadi basis sistem keuangan dunia. Implikasinya, setiap negara membangun cadangan devisa dalam bentuk Dollar Amerika; cadangan Dollar diperlukan agar mata uang negara yang bersangkutan dapat ditukarkan dengan Dollar atau emas. Pada saat ini lah mata uang Amerika itu menjadi mata uang internasional.


Alasan kedua: resiko menjadi mata uang internasional


Tidak selalu menjadi mata uang internasional itu memberikan efek positif pada negara yang memiliki mata uang itu, dalam hal ini negara Amerika dengan Dollarnya. Banyak efek negatif yang dapat melanda Amerika saat mata uangnya menjadi mata uang internasional. Beberapa efek negatif menjadi mata uang internasional antara lain:
1. Negara itu harus me-maintain trust, yang menyebabkan negara itu memiliki tugas yang berat untuk dunia.
2. Apabila negara pemilik mata uang internasional tidak dapat me-maintain trust, maka dapat menyebabkan mata uang itu drop secara tiba-tiba.
3. Akan lebih sulit dalam mengontrol likuiditasnya


Alasan ketiga: tidak semua mata uang yang kuat dapat menjadi mata uang internasional


Untuk menjadi mata uang internasional dibutuhkan pemilik yang kuat, dalam hal ini negara yang kuat. Menjadi mata uang yang kuat bukan berarti mampu untuk menjadi mata uang internasional. Ini disebabkan karena negara yang memiliki mata uang itu belum tentu memiliki kestabilan ekonomi dan politik yang baik. Padahal untuk menjadi mata uang internasional, dibutuhkan negara dengan keadaan ekonomi maupun politik yang stabil, karena sebagai mata uang internasional dibutuhkan kepercayaan dari dunia agar dunia menggunakannya.


Sebagai contohnya mata uang dari negara Iraq, yaitu Dinar. Walaupun saat ini Dinar sebagai salah satu mata uang yang terkuat, namun keadaan Iraq tidak stabil, karena perang, konflik dalam negeri, maupun perekonomiannya. Hal ini menyebabkan dunia tidak ingin mempercayakan mata uangnya kepada Dinar Iraq sebab walaupun mata uang itu terkuat, namun belum tentu dalam jangka panjang akan stabil. Tidak stabil bisa terjadi karena perang yang makin menjadi-jadi atau konflik dalam negeri yang pada akhirnya dapat menyebabkan negara itu jatuh miskin lalu mata uangnya turun menjadi mata uang terlemah. Padahal menukarkan mata uang lalu menyimpannya adalah kegiatan jangka panjang, sehingga dibutuhkan kepercayaan yang besar dari dunia. Inilah sebab Dollar Amerika menjadi mata uang yang dipercayai dunia karena kondisi negaranya yang dapat diprediksi akan stabil dalam jangka panjang.



Available link for download

Read more »